Senin, 23 Mei 2011

Fenomena Musik Melayu di Indonesia

Suksesnya band-band beraliran pop melayu sepanjang tahun 2010 di tanah air, memunculkan pertanyaan akankah mendominasi musik Indonesia di tahun 2011 mendatang? Apalagi di tahun ini mereka merajai angka penjualan pasar dengan invasi suksesnya di berbagai media lokal.
Musik melayu khas dengan cengkok yang mendayu-dayu adalah cirri khas genre musik yang satu ini. Dengan tema dan syair lagu dengan masalah percintaan juga perselingkuhan sangat akrab di telinga masyarakat kita.
Meski syairnya tidak begitu puitis lagu-lagu band melayu memang sangat mudah dicerna. Bisa dibilang anak-anak pun mudah menghafal lagu-lagu band ini.  Misalnya lagu band-band pop Melayu seperti Kangen Band, WALI, Hijau Daun, Armada, Angkasa, ST12, Salju, Radja, D’Masiv, Vagetoz, Hello, dll,mereka kembali mendulang kesuksesan di sepanjang 2010.
Berbagai award dengan dasar perolehan RBT dan penjualan album (CD-kaset) terbanyak pun diperoleh oleh band-band beraliran melayu. Pada tahun 2010 juga merupakan tahun penuh kejutan bagi WALI. Museum Rekor Indonesia (MURI) kembali membukukan rekor baru kepada WALI dalam bidang musik di Tanah Air.
Wali berhasil mengumpulkan delapan juta unduhan RBT dari single lagu Baik Baik Sayang. Bahkan RBT itu termasuk menjadi yang tercepat dan terbanyak dalam sejarah pengumpulan RBT di Tanah Air pada tahun ini.Apa yang membuat musisi pop Melayu mampu mencetak rekor penjualan album yang fenomenal, seperti yang diukir ST 12, Kangen Band, dll?
“Sebagai orang Indonesia, notasi Melayu pasti pas terdengar di kuping,” jelas Bens Leo yang juga beranggapan orang Indonesia memang berkuping Melayu.
Fenomena pop Melayu muncul atas adanya epigonistik atau mental pengekor yang kental dalam masyarakat Indonesia. Saat ada sesuatu yang mampu mencapai kesuksesan, tak lama kemudian akan muncul pengekornya.Ini menjadi indikasi adanya ketidaksehatan dalam berkreativitas. Oleh karena itu, tak heran jika terjadi keseragaman yang mencengkram musik di Indonesia sejak 2008.
Diperkirakan pada 2011 keadaan blantika musik Tanah Air tidak akan jauh berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya. Dominasi pop Melayu masih kuat dan merajai segala urutan tangga lagu musik mainstream nasional.Invasi band-band pop Melayu lokal akan tetap berlanjut ke negeri seberang. Mereka masih memiliki andil menguasai pasar pop Malaysia dan Singapura.Major label pun lebih menitikberatkan pada penjualan lagu pop Melayu secara digital dibanding fisik. Major label akan menggandeng media unduh online seperti iTunes, Spotify, dll.
READ MORE - Fenomena Musik Melayu di Indonesia

PEMBELAJARAN MUSIK di PEMBELAJARAN MUSIK di SD

Pengajaran musik di sekolah dasar merupakan salah satu komponen pengajaran yang mendukung tercapainya pengembangan pribadi manusia Indonesia seutuhnya terutama anak sekolah dasar yaitu untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi rasa keindahan yang dimiliki murid melalui pengalaman dan penghayatan musik. Peningkatan rasa suka, penghargaan, dan tumbuhnya rasa musik (sense of music) lebih dipentingkan disbanding penekanan pada unsure-unsur music sebagai materi pengajaran.
Musik itu adalah salah satu demensi pengembangan satu dimensi pengembangan kreativitas yang merupakan intisari dari pengembangan musik di sekolah dasar, khususnya diarahkan pada kreativitas estetis.
Pembelajaran musik disekolah dasar diberikan secara bertahap menurut tingkat perkembangan anak. Pembelajaran musik selalu memperhatikan bagian-bagian dari semua unsur musik, hal ini disebabkan bahwa setiap lagu atau komposisi musik yang digunakan sebagai model atau media pembelajaran terbentuk dari unsur-unsur musik yang esensial sebagai kesatuan musik.
Pelaksanaan pembelajaran selalu memperhatikan pertambahan kemampuan, perkembangan sikap estetis, dan ketrampilan musik secara gradual menurut tata urutan yang logis dengan memperhatikan kesenangan dan keterpaduan dengan kehidupan anak sehari-hari.
Pengajaran musik lebih menekankan terlebih dahulu rasa irama, rasa nada atau bayangan nada untuk bernyanyi dengan tingggi rendah nada secara tepat dan denyutan-denyutan pulsa secara benar. Pengajaran diharapkan tidak menekan pada menghafalkan melodi terlebih dahulu atau bahkan menterjemahkan not angka.
Dengan model pembelajaran yang demikian akan membuat anak mengalami kesulitan dan justru menghambat tumbuhnya rasa musik.
Pembelajaran dapat berlangsung jika di dalamnya terdapat interaksi yang baik antara guru dan murid. Murid tersebut berasal dari berbagai latar belakang keluarga, masyarakat, terutama perbedaan individual yang sangat unik. Interaksi terjadi jika guru mampu mengenal,memahami menerima anak apa adanya dan bertindak sesuai dengan keadaan masing-masing individu anak. Anak yang berada pada lingkungan klasikal, akan mudah lebih tumbuh rasa musiknya disbanding anak yang tinggal pada masyarakat atau keluarga yang awam.
Untuk dapat melaksanakan pembelajaran music disekolah dasar dengan baik, guru harus memiliki pengetahuan mengenai bagaimana membelajarkan musik pada anak SD, memiliki rasa suka pada musik, kemauan yang tinggi untuk mengajarkan pada anak, pemahaman bahwa pembelajaran musik mengutamakan tumbuhnya rasa musik,seperti: rasa irama, rasa nada, harmonisasi, kesukaan , penghayatan musik.
Pembelajaran musik dilaksanakan melaluai kegiatan pengalaman musil yang senantiasa berkenaan dengan bunyi. Untuk itu idealnya musik mempunyai tempat yang terpisah agar tidak mengganggu kelas yang lain.
Belajar musik melalui pengalaman musik memerlukan alat musik aktif. Alat musik aktif berupa alat-alat musik yang dapat dimainkan, sedangkan alat musik pasif, misalnya: tape recorder, VCD. Alat musik pasif efektif untuk pengembangan rasa tetapi kurang tepat untuk pengembangan keterampilan, maka praktek langsung berbagai kegiatan pengalaman musik sangat mutlak, misalnya: bergerak sesuai gerak musik, bernyanyi, menulis, membaca, bermain musik, improvisasi, dan kreativitas.
Alat musik yang digunakan untuk pembelajaran di SD sebaiknya adalah alat musik dasar, misalnya pianika ataupun recorder.
Pembelajaran musik sebaiknya selalu disuaikan dengan subjek didik, sehingga pembelajaran seni musik juga disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, kesukaan anak, dan karakteristik masing-masing individu., anak sekolah dasar belajar melalui cara-cara informal, nyata dalam kehidupan sehari-hari, langsung, dikemas dalam situasi informil, praktis dan bermakna. Keadaan demikian belajar musik melalui pengalaman musik merupakan salah satu alternatif yang memberi jalan kemudahan bagi murid.
Pengalaman musik dimanfaatkan untuk memupuk pengetahuan, apresiasi, sekaligus mengembangkan keterampilan, sehingga mendorong kegiatan anak kehausan anak untuk mengungkapkan ekspresinya secara kreatif estetis. Pembelajaran musik juga dipengaruhi oleh karakteristik musik atau kajian yang akan dibahas, kemampuan dan kemauan guru serta murid, tersedianya berbagai media, hakikat pembelajaran musik bagi anak.
Dari hal tersebut mengenai pembelajaran musik di SD dapat kita ketahui bahwa pembelajaran musik adalah kegiatan aktif dalam pengalaman musik. Pembahasan unsur-unsur musik disampaikan bersamaan dengan kegiatan pengalaman musik dengan cara alamiah bernyanyi, bermain, bergerak, dan analisis lagu model jika kajian teoritis, sehingga akan lebih mudah untuk dimengerti anak usia SD.
TERIMAKASIH…….
READ MORE - PEMBELAJARAN MUSIK di PEMBELAJARAN MUSIK di SD